Warga Rempoah Nikmati Air Pamsimas

Kabupaten Banyumas

Program penyediaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas sudah mengalir, dan mulai disambungkan ke rumah-rumah warga. Program bantuan dana sebesar 220 juta dari pemerintah yang dilaksanakan oleh masyarakat Rempoah bersama Karang Taruna Gita Bina Taruna (Gibita) tersebut diharapkan akan mencukupi kebutuhan air bersih sekitar 350 kepala keluarga (KK) di dusun I dan sebagian dusun II desa setempat.

Ketua Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BPSPAMS) Tirta Taruna, Parsito mengatakan bahwa pelaksanakan kegiatan Pamsimas di desanya saat ini memasuki tahap pemasangan sambungan rumah. Dia mengatakan warga sudah tidak sabar aliran air menuju rumahnya karena memang sangat dibutuhkan. “Air sudah mengalir sejak awal bulan Februari, namun kami menyarankan kepada warga yang sudah tersambung aliran air, untuk sementara belum menggunakan untuk minum. karena saat ini sedang menunggu hasil Uji Laboratorium dari Dinas Kesehatan” kata Parsito.

Masih menurut Parsito uji laboratorium air, dilaksanakan sebanyak dua kali. Uji laboratorium pertama oleh Dinas Kesehatan yang diambil dari mata air dan dinyatakan baik dan bersih “Kita berharap uji laboratoirum kedua, setelah sampai pada pipa jaringan distribusi hasilnya juga bersih dan sehat” lanjut Parsito.

Warga Kerja Bakti Gali Pipa Jaringan

Walaupun air di daerah Rempoah cukup melimpah namun ketersediaan air bersih menjadi harapan bagi warga. Petugas jaringan distribusi dari Pamsimas Tirta Taruna mendapat sambutan meriah dari masyarakat, khususnya warga di RT 05 RW 04. Mereka dengan sukarela melakukan galian tanah untuk pipa jaringan yang akan menuju ke rumahnya.

Ketua RT 05 RW 01 Daryanto mengatakan bahwa warganya sangat mendambakan air yang kualitas bersih dan sehat. “Maka dengan sudah mengalirnya air ke pipa distribusi, kami mengerahkan warga, khususnya yang akan menjadi pelanggan untuk menggali tanah untuk jaringan pipa yang akan menuju kerumahnya masing-masing” kata Daryanto.

Sedangkan Sukirman, SH M.Hum tokoh masyarakat setempat menambahkan bahwa kebiasaan warga untuk bergotong royong masih tinggi, semenjak dirinya masih menjadi ketua RT sampai sekarang. “Yang melakukan kerja bakti hari ini, bukan hanya calon pelanggan air, tetapi juga masyarakat lainya” kata Dosen Fakultas Hukum Unsoed tersebut.

Kemkompakan warga RT 05 ini juga terlihat dengan banyaknya warga yang sudah mendaftar. “Sampai saat ini sudah 26 KK yang mendaftar” lanjut Sukirman

Pemasangan sambungan rumah oleh pengelola dibandrol 350 ribu. Namun warga diberi keringanan untuk pembayaran, dimana 250 ribu dibayar kontan, sedangkan 100 ribu diangsur 5 kali berbarengan dengan pembayaran bulanan. Ketua Satuan Pelaksana Ardiyanto mengatakan bahwa sampai saat ini sudah lebih 130 warga yang mendaftar, 89 diantaranya sudah lunas.

Lebih lanjut Anto menjelaskan untuk pembayaran iuran bulanan juga cukup murah. Pemakaian sampai dengan 10 m kubik hanya, 6 ribu rupiah, lebih dari 10 m kubik ditambah 450 rupiah, sedangkan lebih dari 20 m kubik ditambah 600 rupiah.  “Misalnya warga menggunakan air sebanyak 12 meter kubik maka banyarnya 6 ribu ditambah 450 kali dua, hanya enam ribu sembilan ratus rupiah, missal pakai 22 m bayarnya 6000 ditamah 4500 ditambah 1200 sama dengan sebelas ribu tujuh ratus” kata Anto menjelaskan.

Tujuan program Pamsimas tidak hanya penyediaan air minum saja, tetapi juga diharapkan mengubah perilaku masyarakat untuk berperilaku sehat dan peduli terhadap lingkungannya. Misalnya tidak buang air besar sembarangan, tidak mandi maupun nyuci dikali dan lain sebagainya (Parsito : Staf Sub Bagian Pemberitaan dan Dokumentasi).


26 02 2014 14:44:03