Gas Elpiji Menghilang, Bupati Sidak Pusat Kuliner

Kabupaten Banyumas

Dalam inspeksi yang didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Banyumas serta pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Banyumas, dia mendatangi sejumlah rumah makan di sekitar Gelanggang Olahraga Satria (GOR) Purwokerto.

Kendati demikian di salah satu rumah makan, dia justru mendapat informasi jika harga elpiji 12 kilogram yang digunakan di tempat itu sebesar Rp145 ribu per tabung.

Selanjutnya, dia mendatangi pangkalan elpiji tiga kilogram di Jalan Komisaris Bambang Suprapto. Di pangkalan milik Saleh Basalamah itu, dia mendapat informasi bahwa tempat tersebut mendapat pasokan elpiji tiga kilogram 200 tabung per hari.

"Pangkalan ini tidak hanya melayani warga sekitar tetapi juga pengecer. Kami menjual ke pengecer dengan harga Rp16 ribu per tabung," kata penjaga pangkalan, Margono.

Di pusat kuliner itu, dia beserta rombongan langsung menuju Rumah Makan Soto Ayam Jalan Bank dan menemukan enam tabung elpiji tiga kilogram, beberapa di antaranya sedang digunakan meskipun terdapat satu tabung elpiji 12 kilogram.

Terkait temuan tersebut, dia segera menegur pemilik Rumah Makan Soto Ayam Jalan Bank, H. Loso. "Tempat ini seharusnya menggunakan elpiji 12 kilogram. Silakan yang tiga kilogram dihabiskan dulu dan selanjutnya gunakan 12 kilogram," katanya.

Dia menduga kelangkaan elpiji tiga kilogram pascakenaikan harga elpiji 12 kilogram itu karena adanya migrasi yang dilakukan oleh konsumen bahan bakar nonsubsidi tersebut. "Masyarakat yang mengetahui adanya penyalahgunaan (migrasi) elpiji 3 kilogram, silakan lapor ke saya," katanya.

Dia mengakui tidak ada sanksi bagi masyarakat berkecukupan yang beralih menggunakan elpiji tiga kilogram. Akan tetapi, bagi pengusaha yang menggunakan elpiji tiga kilogram, kata dia, izin usahanya bakal dicabut. "Kalau seperti ini, pasokannya ditambah 100 persen ya tetap saja tidak akan cukup," katanya.

 


07 01 2015 16:06:55