Tanam padi metode Hazton kembali diuji coba

Kabupaten Banyumas

Tanam padi metode Hazton kembali diuji coba

 

Humas Pemkab Banyumas – Dalam rangka meningkatkan produksi padi di Banyumas, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali melakukan uji coba tanam padi menggunakan metode Hazton. Kegiatan ini dimotori oleh Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Purwokerto dan untuk uji coba kedua ini dilakukan Kamis (19/11) di area sawah Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja.

Penanaman padi dilakukan simbolis oleh Achmad Husein Bupati Banyumas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan Kepala BI Purwokerto Ramdan Denny Prakoso.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan jika produksi padi dari hasil uji coba kedua ini sukses, pihaknya akan menyosialisasikan metode Hazton itu ke petani di Banyumas,

Pada uji coba metode Hazton pertama yang dipanen pada 27 Agustus 2015 lalu, hasil panen mencapai 6-8 ton per hektare. Pada uji coba kedua ini diharapkan bisa mencapai 8-10 ton per hektare. Apabila biaya produksi tidak semahal metode lainnya, menurut Bupati metode itu akan segera disosialisasikan.

Tunggu rekomendasi Kementan

Sementara itu Pemkab Banyumas masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia terkait metode tanam padi yang cocok untuk beberapa wilayah di Banyumas. “Saya tidak bisa menjustifikasi metode ini sukses, makanya saya meminta rekomendasi dari Kementan terkait penggunaan metode Hazton untuk menanam padi di Banyumas,” kata Bupati Achmad Husein saat panen padi hasil uji coba metode Hazton akhir Agustus lalu.

Menurutnya, jika ternyata metode tersebut cocok untuk Banyumas, pihaknya akan mengajukan proposal ke Kementan untuk memohon bantuan. “Saya mendengar, Kementan punya program 1.000 hektare. Saya akan datang langsung ke sana dan

mencoba meyakinkan jika program bantuan tersebut sangat pas untuk pertanian di Banyumas,” katanya.

Menurut Bupati, saat ini ada beberapa metode tanam padi dilakukan, antara lain Pengendalian Tanaman Terpadu (PTT), System of Rice Intensification (SRI ) dan saat ini uji coba metode Hazton yang diciptakan Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Barat, Hazairin dan Anton Kamaruddin.

Metode Hazton menghasilkan padi dengan selisih signifikan dibandingkan metode konvensional. Metode konvensional yang sebelumnya dilakukan hanya mampu menghasilkan gabah mencapai 4-5 ton per hektare. Sedangkan metode Hazton bisa menghasilkan 6,5 ton.

Dalam metode Hazton, sebelum ditanam benih direndam terlebih dahulu dalam rendaman probiotik positif yang sudah dijadikan tablet selama 24 jam untuk memperkuat daya tahan padi terhadap serangan-serangan hama.

 

 


Rabu, 25 November 2015