Banyumas dan Kudus Teken Kerja Sama Daya Saing Daerah

Kabupaten Banyumas

Banyumas dan Kudus Teken Kerja Sama Daya Saing Daerah

PURWOKERTO - Dalam Rangka meningkatkan Daya Saing Daerah khususnya pada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Pemerintah Kabupaten Kudus menandatangani kesepakatan bersama tentang Peningkatan Daya Saing Daerah, penandatangan dilaksanakan di Pendopo Si Panji, Jum'at Sore (10/6), kemarin oleh Ir. H. Achmad Husein atas nama Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Bupati Kudus Mustofa SE, MM.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pengukuhan Forum UMKM Kabupaten Banyumas oleh Pembina UMKM Jawa Tengah Mustofa SE, MM yang juga merupakan Bupati Kudus.
Turut hadir menyaksikan dari Banyumas Wakil Bupati dr.Budhi Setiawan, Asekbang dan Kesra, Pimpinan dinas/Lemtekda dan Pimpinan Bank Jateng, sedangkan dari Kabupaten Kudus hadir Asekbang dan Kesra, Bappeda, Kabag Pemerintahan, Kepala Dinperidag dan pimpinan Bank Jateng Kudus serta para pelaku UMKM di Kabuapten Banyumas.

Bupati Banyumas dalam sambutannya mengatakan untuk merealisasikan harapan supaya seperti di Kabupaten Kudus rumusnya hanya 3 yaitu Malu, Berguru dan Harus, Malu yaitu angka kemiskinan Banyumas lebih tinggi dari kudus, Berguru yaitu tidak malu untuk belajar kepada orang yang sudah sukses dan Harus yaitu harus bisa.

" kita tahu angka kemiskinan di Kudus hanya 6% dan Banyumas 17% walaupun kita sudah mampu menurunkan dari 23% pada tahun 2013 dan sekarang menjadi 17% namun itu masih tinggi maka kita jangan malu untuk belajar dari Kudus, berguru dari Kudus karena UMKM Kudus Sukses, juga harus bisa caranya adalah dengan kerja keras" jelasnya.

Kepada Pelaku UMKM, Husein meminta agar berbagai fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah untuk diambil dan digunakan supaya sektor UMKM akan maju dan berhasil.

"Pemerintah ada fasilitas Kridit Usaha Rakyat (KUR) Kridit Usaha Produktif (KUP) dan Mitra Jateng 25 yang semuanya untuk UMKM dengan bunga yang sangat rendah untuk dimanfaatkan sehingga UMKM kita akan berkembang" pintanya.

Sementara Bupati Kudus Mustofa yang juga Pembina UMKM Jateng dalam sambutan pengarahannya mengatakan, Filosofi Kerjasama adalah NKRI yaitu tidak berjalan sendiri-sendiri, Menciptakan kesejahteraan dan meningkatkan pendapatan.

Mustofa juga mengatakan, UMKM adalah sangat penting karena keberadaanya merupakan kekuatan ekonomi kerakyatan, pondasi perekonomian nasional dan tidak terpengaruh krisis moneter

" di Indonesia 98,077 % adalah pelaku usaha riil UMKM jadi harus terus diberdayakan dan ditingkatkan supaya berkembang dan angka kemiskinan akan terus berkurang" jelasnya.

Mustofa juga menyampaikan peramasalahan yang dihadapi UMKM saat ini adalah masalah modal, inovasi produk dan pemasaran, perlindungan usaha dan HAKI serta kualitas SDM/Tenaga Kerja dan Teknologi dan solusinya adalah sering merapat ke Dinas, mengikuti kebijakan Pemerintah dan komunikasi.

"Jadi pelaku UMKM itu harus semangat dan berani serta seneng komunikasi, jangan pemalu, sering datang ke dinas Pembinanya jadi tahu program dan kebijakan yang dijalankan dan ikuti, serta manfaatkan fasilitas pemerintah yang ada seperti KUR, KUP dan mitra jateng dengan bunga yang sangat rendah." pintanya.

 


Senin, 13 Juni 2016