Bupati Intruksikan Penanganan Banjir dan Longsor di Banyumas

Kabupaten Banyumas

 

Bupati Intruksikan Penanganan Banjir dan Longsor di Banyumas

 

BANYUMAS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas sepanjang Jum’at-Sabtu (17-18/6/2016) menyebabkan beberapa lokasi diterjang banjir dan longsor. Kecamatan Sumpiuh dan Kecamatan Tambak terdampak paling parah bencana banjir dan longsor menyebabkan ratusan rumah yang tergenang air,  dan  sedikitnya empat rumah ikut hanyut terbawa banjir.

 

Bupati Banyumas Ir Achmad Husein bersama wakil Bupati Banyumas dr. Budhi Setiawan Minggu (19/6/2016) meninjau beberapa titik bencana, dan memberi dukungan moral kepada warganya untuk bersabar. Usai kujungan Bupati langsung memimpin rapat darurat bersama Camat dan Kepala Desa yang terkena bencana di Pendopo Kecamatan Sumpiuh untuk mengambilal langkah-langkah segera, untuk penanganan bencana.

 

Desa paling banyak korbanya antara lain Kecamatan Tambak,  Desa Watuagung, Desa Kamulyan, Desa Prembun, Desa Purwodadi dan Desa Buniayu.  

 

Budi Kepala Desa Kamulyan Kecamatan Tambak mengatakan banjir bandang datang dengan deras menuju arah pemukiman warganya. “Tak hanya itu, air sungai disampingnya meluap dan melibas 4 rumah warganya sampai rata dengan tanah, tidak ada yang tersisa. “Empat rumah hanyut tanpa ada tersisa reruntuhan, puluhan rumah terndam, namun tetap bersyukur tidk ada korban jiwa” katanya.

 

Sedangkan di Kecamatan Sumpiuh, Camat Sumpiuh, Abdul Kudus  mengatakan, banjir di  Desa Kemiri, Desa Selandaka dan Desa Karanggedang merupakan luapan dari Sungai Reja, sedangkan banjir di  Desa Bogangin merupakan luapan dari Sungai Gatel. 

 

Menurut dia, luapan air  disebabkan  oleh jebolnya tanggul di Desa Karanggedang. "Derasnya air menyebabkan  tanggul  jebol sampai 75 meter," ungkapnya

 

Bupati Banyumas,  Achmad Husein pada rapat, usai mendata sementara mengungkapkan, sedikitnya ada empat rumah hanyut, dua rumah rusak berat, 17 rumah rusak sedang, sembilan rumah rusak ringan, ratusan rumah terendam, dua jembatan ambrol, dan ada beberapa jalan rusak. 

 

“Laporan sementara dari Kepala Desa perkiraan untuk bantuan, kerugian bencana alam tersebut sedikitnya Rp 110 juta untuk fisik rumah” jelasnya.

 

Bupati mengintruksikan kepada Kepala BPBD untuk segera membuat SK Bupati tentang tanggap darurat. “Jika SK ini jadi hari ini siap jam berapa saja ditandantangai. Saya berharap besok pagi sudah ada di meja untuk segera mengatasi permasalahan ini," katannya

 

Menurut Bupati, gerak cepat tetapi tepat untuk penanganan bencana adalah suatu keharusan. “Kita bukan royal untuk membagi-bagikan bantuan, tetapi jangan sampai ada korban yang sengsara, kita segera bangun mental dan motivasi untuk mereka agar segera bangkit, kembali kehidupan semula, walupun tidak bisa mengganti kerugian secara keseluruhan,” tambahnya

 

 


Senin, 20 Juni 2016