Banyumas Mampu Kurangi Kemiskinan 3,59

Kabupaten Banyumas

Banyumas Mampu Kurangi Kemiskinan 3,59

 

Banyumas – Pemerintah kabupaten se-eks Keresidenan Banyumas cukup kreatif dalam mengurangi kemiskinan di wilayah masing-masing, kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Saya terima kasih karena kabupaten/kota punya cara tersendiri untuk menanggulangi kemiskinan dan cukup kreatif," katanya saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) eks Keresidenan Banyumas di Banyumas, Senin.


Murenbangwil eks Keresidenan Banyumas yang digelar di Pendopo Duplikat Si Panji, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, dihadiri para kepala daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta kepala organisasi perangkat daerah dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.


Gubernur mencontohkan upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Pemkab Banyumas, dengan cara penambahan gizi dan kalori bagi warga miskin.

 

Kepala Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Tengah, Dr Margoyono, mengatakan selama Periode 2011-2016, Kabupaten Banyumas mampu menurunkan angka kemiskinan sebesar 3,59 ini diatas nasional 1,27 dan Jateng 2,14.. “Mekipun penduduk miskin masih cukup tinggi, tetapi progres penurunan perlu mendapat perhatian dan perlu upaya yang terus menerus,” katanya. 

 

Data statistik juga mencatat bahwa Kabupaten Banyumas menunjukan kinerja yang baik dengan indikasi yang terukur. Seperti Indek Pembangunan Manusia Banyumas berada diatas IPM Jateng 6,49. “IPM diukur dari harapan hidup, kesehatan, pendidikan dan daya beli,” kata Margoyono.

 

Pertumbuhan Ekonomi Banyumas juga diatas nasional dan Jawa Tengah yaitu 6,12. Hal ini ditopang dengan adanya industri pengolahan secara luas, pertanian dan kontruksi. Sedangkan Inflasinya terendah di Eks Karesidenan Banyumas.

 

Usulan Bupati

 

Dalam musrenbangwil kali ini Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein menyampaian 17 usulan secara langsung pada Gubernur Ganjar Pranowo. Usulan yang disampaikan meliputi  usulan sektoral provinsi dan bantuan keuangan provinsi.

 

Usulan sektoral ada tujuh buah, yakni usulan pembangunan Museum Residen Banyumas dan Patung Bung Karno, pengadaan tanah dan pembangunan SMK Negeri Lumbir dan peningkatan jalan di berabagai tempat.

 

Keberhasilan perencanaan, dan meningkatnya indikator indek pembangunan mengantarkan Banyumas, meraih penghargaan Pangripta Nusantara. Untuk tahun 2016 menjadi 10 besar Nasional dan tahun 2017 kembali di evaluasi oleh Tim Tingkat Nasional.

 

 


Rabu, 29 Maret 2017