Gedung SMK N 2 Purwokerto Diresmikan

Kabupaten Banyumas

 

Gedung SMK N 2 Purwokerto Diresmikan

 

PURWOKERTO : Bupati Banyumas Ir Achmad Husein menghadiri peresmian gedung sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) Negeri 2 Purwokerto, Kamis (4/10). Gedung yang diresmikan meliputi Gedung Utama 4 lantai dan gedung Perpustakaan. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.

Kepala Sekolah Drs Dani Priya Widada mengatakan gedung utama dibangun mulai sejak tahun 2015 sampai 2017 dengan menelan dana kurang lebih 7,5 milyard. Menurutnya sampai dengan saat ini pembangunansudah selesai 90 %, karena masih belum ada eskalator (tangga berjalan).

“Dana pembangunan 60 % berasal dari dana pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus, dan 40 % lainya berasal dari dana masyarakat khususnya orang tua murid,” kata Dani

Selain itu Kepala Sekolah ini meminta Bupati untuk memulai pembangunan Masjid As-Salam SMK N 2 Purwokerto, karena saat ini dirasa sempit untuk ukuran sekolah dengan 1554 siswaitu.

“Selain meresmikan gedung utama dan perpustakaan, mohon berkenan Bapak Bupati memulai pembangunan Masjid As Salam SMK N 2 Purwokerto, mengingat kondisi saat ini Masjid dengan ukuran 8 x 12 m itu tidak cukup untuk menampung siswa yang cukup banyak,” tambah Dani.

Dani menambahkan rencana Masjid baru yang akan dibangun, berukuran 20 x 20 meter, dan saat ini sudah tersedia dana sebesar 1 milyard.

Bupati Banyumas mengaku ikut bersyukur atas perkembangan baik, atas gedung dan lingkungan SMK N 2 yang semakin megah. Ia berharap dengan megahnya gedung yang dimiliki, disertai dengan mutu pendidikan yang baik.

“Gedung yang bagus akan menjadi kebanggaan warga sekolah, namun harus diikuti dengan mutu pendidikan dengan dibuktikan, para alumninya diminati oleh berbagai perusahaan,” kata Bupati.

Kepada kepala sekolah dan guru bupati meminta untuk membekali ilmu dan kecerdasan disertai dengan penanaman karakter pada diri anak. Menurutnya kesuksesan anak tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik saja tetapi juga penanaman karakter  dengan kejujuran, percaya diri dan dapat berinteraksi seseorang.

"Saya sempat memperhatikan teman saya di Bandung, dia lulus tercepat dengan nilai A semua, tetapi dia kurang berhasil dalam hidupnya, itu karena dia cenderung egois karena merasa pintar dan tidak bisa berinteraksi karena lingkungan, “ katanya.

Untuk itu Bupati meminta penanaman karakter jauh lebih penting dari pada nilai akademik. Walaupun secara umum anak yang nilai akademiknya bagus juga pandai beradaptasi.

Bupati juga mengingatkan agar setiap hari Kamis semua bisa memulai dengan pakaian dan Bahasa Banyumas.

“Aja nganti anak putune dewek lali maring bahasane dewek, angger angel yang dijajal ben dadi ora angel,” ajak Bupati

 


Jumat, 05 Januari 2018