“Rengos” Boyongan Replika Saka Sipanji

Kabupaten Banyumas

“Rengos” Boyongan Replika Saka Sipanji

PURWOKERTO – Kirab Boyongan Replika Saka Sipanji, dari Pendopo Kecamatan Banyumas ke Purwokerto dilaksanakan Minggu (11/2). Bupati Banyumas melapas rombongan Prosesi boyongan dari Pendopo Duplikat Sipanji sekitar jam 10 pagi kepada para peraga dan dilanjutkan dengan utusan warga yang terlewati secara estafet dengan berjalan kaki dan sambatan atau rengos.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Azis Kusumandani mengatakan, Kirab Boyongan Replika Saka Sipanji dengan cara sambatan atau ‘rengos’. Sebanyak tiga saka diboyong dari Banyumas, dan satu saka (Saka Sipanji) seakan-akan sudah dibawa sebelumnya ke arah timur tidak melewati sungai serayu dan ketemu di Alun-alun Purwokerto dari arah barat.

“Untuk rute yang akan dilewati melalui jalur normal yaitu Banyumas, Kalibagor, Sokaraja, Berkoh, Jalan Jenderal Soedirman menuju Pendopo,” terangnya.

Menurutnya, konsep tahun ini dilaksanakan seperti tahun lalu yaitu secara estafet dengan berjalan kaki. Masyarakat yang dilewati ikut berpartisipasi dengan cara ikut memikul replika saka sipanji dan perlengkapan lainya.

Adapun jarak tempuh yang akan dilalui mencapai 16,4 km dan akan dibagi menjadi 16 etape kecil dan lima etape besar.

“Etape kecil pergantian antar desa/ kelurahan dan etape besar pergantian antar kecamatan,” jelasnya.

Kirab prosesi terlihat greget, klasik dan gayeng, karena para peraga menggunakan pakaian adat Banyumas

“Karena konsep sambatan tadi, setiap etape melibatkan semua unsur masyarakat. Satu saka dipikul oleh empat orang secara bergantian dan akan diikuti dibelakangnya kesenian yang dimiliki oleh masyarakat desa setempat secara estafet,” katanya.

Boyongan sipanji dijadwalkan sampai di Pendopo Sipanji Purwokerto Jam 15.00 WIB

 


Senin, 12 Pebruari 2018