BI Purwokerto Gelar Festival Ekonomi Syariah

Kabupaten Banyumas

 

BI Purwokerto Gelar Festival Ekonomi Syariah

 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto menggelar Festival Ekonomi Syariah Banyumas 2018 di Alun-Alun Purwokerto, Kamis-Minggu19-22 April 2018.

epala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Agus Chusaini mengatakan Festival Ekonomi Syariah Banyumas 2018, merupakan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap pengembangan ekonomi syariah dengan cara memperkenalkan produk syariah, mendorong, dan menyeleksi agen-agen pengembangan ekonomi syariah yang potensial di wilayah eks-Keresidenan Banyumas dalam rangka mendukung ekonomi nasional.

Festival Ekonomi Syariah Banyumas 2018 diisi beberapa kegiatan, di antaranya pameran produk dan jasa syariah serta seminar, "talkshow", serta loka karya ekonomi syariah.

"Peserta pameran produk dan jasa syariah terdiri atas 15 pesantren di wilayah eks-Keresidenan Banyumas yang menampilkan produk-produk kemandirian ekonomi pesantren, perbankan dan jasa keuangan syariah, kuliner halal, jasa syariah, serta penerbit buku syariah dan penerbit terkemuka nasional," katanya.

Selain seminar dan "talkshow" yang akan menampilkan pembicara-pembicara nasional, kata dia, rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Syariah Banyumas 2018 juga akan diisi dengan loka karya pembuatan "Modified Cassava Flour (Mocaf)" serta lomba kreasi makanan berbahan baku Mocaf.

Ia mengatakan dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan penciptaan atau pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) berupa makan bersama mi ayam berbahan baku Mocaf sebanyak 2.500 mangkok

"Kegiatan makan bersama ini juga bertujuan untuk mempromosikan penggunaan Mocaf sebagai pengganti tepung terigu kepada masyarakat Banyumas. Seluruh rangkaian acara Festival Ekonomi Syariah Banyumas 2018 terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya alias gratis," katanya.

Agus mengatakan dalam menggelar Festival Ekonomi Syariah Banyumas 2018, Kantor Perwakilan BI Purwokerto mengganden berbagai lembaga sosial masyarakat berbasis Islam, seperti Masyarakat Ekonomi Syariah, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Rabithah Ma`ahid Islamiyah (RMI), dan Universitas Nahdlatul Ulama

 


Kamis, 19 April 2018