Banyumas Terima Bantuan Kementerian ESDM

Kabupaten Banyumas

Banyumas Terima Bantuan Kementerian ESDM


- 2 Unit Sumur Bor Air Tanah Dalam dan 50 Unit PJU-TS

CILONGOK,- Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali menerima bantuan dari Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Kali ini bantuan yang diberikan berupa 2 unit sumur bor air dalam. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Badan Litbang ESDM, Ir FX Sutijastoto MA, kepada Bupati Banyumas, yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asekbang) Sekda Kabupaten Banyumas, Ir Didi Rudwianto SH MSi, bertempat di Desa Batuanten Kecamatan Cilongok, Rabu (9/1).

“Semoga bantuan sumur bor ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat guna memenuhi kebutuhan air bersih,” kata FX Sutijastoto, usai penyerahan bantuan.

Menurut Sutijastoto, penyerahan bantuan sumur bor itu adalah salah satu wujud komitmen pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal mengatasi kesulitan kebutuhan air bersih, pemerintah melalui Kementerian ESDM melaksanaan program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam.

Perlu diketahui, sejak 2005 hingga 2018, Kementerian ESDM telah membangunan 2.290 unit sumur bor untuk melayani sekitar 6,6 juta jiwa penduduk di daerah sulit air yang tersebar di negeri ini.

“Alhamdulillah, tahun anggaran 2018 kita memperoleh bantuan dua unit sumur bor dari Kementerian ESDM. Satu berlokasi di Desa Batuanten Kecamatan Cilongok, dan satunya lagi di Desa Menganti Kecamatan Rawalo,” kata Asekbang Sekda, Didi Rudwianto.

Untuk wilayah Kabupaten Banyumas, total sumur bor bantuan Kementerian EDSM tercatat sebanyak 16 unit (2005-2018). Setiap sumur bor, mengutip FX Sutijastoto, mampu melayani kebutuhan air bersih sekitar 2.800 jiwa penduduk.

Sumur bor yang diserahkan tersebut mencapai kedalaman 100-125 meter, dengan rata-rata debit air 2 liter/detik. Instalasi yang ada berupa pipa galvanis diameter 6 inchi dengan pompa selam (submersible 3 PK), didukung pasokan listrik dari genset 12.5 kVA serta dilengkapi bak penampung air kapasitas 5.000 liter.

Tahun anggaran 2018 Kementerian ESDM telah membangun 508 unit sumur bor di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Tahun 2019 ini, sebanyak 750 unit sumur bor baru ditarget terbangun guna memenuhi kebutuhan masyarakat daerah sulit air.


Bantuan PJU-TS

Selain sumur bor, Kementerian ESDM juga menyerahkan bantuan berupa 50 unit penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas. Selanjutnya, pengelolaan dan pemelihaan PJU-TS diserahkan kepada pemerintah setempat.

Pemasangan PJU-TS diutamakan di daerah-daerah yang belum terjangkau listrik PLN, atau daerah yang terjangkau namun ingin mengurangi konsumsi listrik PLN.

Tahun anggaran 2018, program PJU-TS ditarget dapat terlaksana di 27 provinsi. Program pembangunan PJU-TS sebanyak 21.755 unit tersebut sedikitnya menyerap anggaran sekitar Rp 403 milyar.

Pemasangan PJU-TS merupakan implementasi Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 39/2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Fisik Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan serta Konservasi Energi, sebagaimana telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 12/2018. (*)


Rabu, 09 Januari 2019