Peletakan Batu Pertama MA Ma’arif NU Sumbang

Kabupaten Banyumas

Peletakan Batu Pertama MA Ma’arif NU Sumbang

 

Wakil Bupati (Wabup) Banyumas Sadewo Tri Lastiono secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif NU Sains Al Qur’an Sumbang di Jalan Raya Timur Lapangan Desa Tambaksogra, Sumbang, Banyumas, Kamis (31/1).

Wabup Sadewo mengaku bangga karena meletakkan batu pertama pembangunan gedung NU Center dan MA ini menjadi peristiwa bersejarah.

"Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas, kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan kelak berkontribusi untuk dunia pendidikan dan sosial keagamaan di masyarakat,” terangnya.

Usai memberikan sambutan, Wabup Sadewo beserta rombongan dan sejumlah tokoh lain menuju tempat peletakan batu pertama. Diawali dengan doa, Wabup Sadewo dan tokoh yang lain secara bergantian memasang batu dan adonan semen pasir yang sudah tersedia.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah kiai dan tokoh masyarakat, Wakil Ketua PCNU Banyumas, A. Lutfi Hamidi, Ketua PC LP Ma’arif NU Banyumas, Fauzi, Ketua MWC NU Sumbang, Sisno, beberapa Ketua dan Pengurus Banom NU dan sejumlah tamu undangan serta ratusan warga NU yang memadati tribun undangan.

Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Banyumas, Fauzi menilai, tugas lembaga pendidikan Ma’arif NU tidak hanya mengelola pendidikan semata, namun juga mengemban misi untuk menyemai nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An Nahdliyah bagi generasi NU.

“Hadirnya MA dengan konsep berbasis sains dan Al Qur’an ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan pendidikan bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Sumbang,” jelas Fauzi.

Guna menjawab kebutuhan itu, lanjut Fauzi ke depan madrasah harus mampu menampilkan pelayanan yang standar.

“Tentu ini akan bertahap melalui upaya pembenahan dan penguatan kelembagaan secara kontinyu,” tambah Fauzi.

NU Center dan MA Ma’arif NU Sumbang akan menempati lahan wakaf seluas 3330 meter persegi dengan akses jalan masuk 140 meter persegi. Rencana MA akan mengembangkan model pendidikan berbasis sains dan Al Qur’an. Model integrasi yang mengharmonisasi nilai iman dan takwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Jumat, 01 Pebruari 2019