Bupati Apresiasi Alat Pengaman Bagi Para Penderes Gula Kelapa

Kabupaten Banyumas

Tingginya angka kecelakaan para petani gula kelapa atau penderes di Kabupaten Banyumas menggugah kelompok tani gula kelapa Cikal Mas di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok untuk mengadakan acara Temu Penderes Kabupaten Banyumas.
 
Dalam acara yang bertemakan "Sosialisasi Keamanan dan Kesejahteraan Penderes" yang rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (6/3/2019) ini sempat menarik perhatian Bupati Banyumas, Achmad Husain yang langsung datang ke Desa Pageraji untuk melihat alat keamanan penderes ini sehari sebelum acara,  pada Selasa (5/3) kemarin.
 
Dalam diskusi yang dilakukan kepada sekitar 20an  penderes di Desa Pageraji, Bupati Banyumas sempat menyinggung alat keselamatan berupa seafty belt yang masuk dalam Hasta Krida ke tiga, dalam upaya mengurangi angka kecelakaan kerja para penderes di Kabupaten Banyumas.
 
"Dalam program Hasta Krida, salah satu programnya memberikan seafty belt ke penderes," kata Bupati Banyumas, Achmad Husain.
 
Kedatangan Bupati Banyumas yang secara mendadak untuk melihat alat pengaman penderes tersebut pun tidak sia-sia. Bupati Banyumas mengapresiasi upaya pengamanan penderes menggunakan alat tersebut, dan menjadikan Kelompok Tani Cikal Mas sebagai pilot projeck alat pengaman penderes tersebut.
 
Sementara pada acara Temu Penderes Kabupaten Banyumas yang dilangsungkan pada Rabu (6/3), yang dihadiri oleh para penderes dan dinas-dinas yang membidangi bidang tersebut berlangsung sangat santai. 
 
Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Tani Cikal Mas, Arbi Anugrah mengatakan jika kegiatan ini muncul akibat keprihatinan akan nasib para penderes gula kelapa yang dirasakan belum mendapatkan keadilan dan masih terancam saat melakukan pekerjaannya untuk mengambil air nira di atas pohon kelapa.
 
"Kegiatan ini digagas karena keprihatinan kepada nasib para petani gula kelapa yang setiap melaksanakan pekerjaannya selalu terancam. Mungkin mengcover penderes dengan jaminan asuransi itu pasca kejadian. Tapi sekarang bagaimana kita berupaya untuk menjaga mereka sebelum kejadian, yakni dengan alat pengaman penderes," ujarnya.
 
Dia mengatakan jika alat tersebut sangat penting untuk menjaga jumlah para penderes gula kelapa yang jumlahnya terus menurun setiap tahunnya. Bahkan, hampir tidak ada generasi penerus yang  mau melanjutkan kegiatan menderes gula kelapa. Padahal Kabupaten Banyumas merupakan sentra gula semut terbesar di dunia.
 
"Maka penting untuk menjaga generasi penerus petani gula kelapa ini melalui alat pengamanan bagi para penderes," jelasnya.
 
Dalam acara tersebut, selain mensosialisasikan alat pengaman penderes, juga dilakukan uji praktek yang dilakukan oleh para penderes gula kelapa dalam menggunakan alat keamanan tersebut. Rata-rata para penderes yang mencoba mempraktekkan alat tersebut, mengaku sangat puas dan nyaman serta tidak mengganggu aktivitasnya saat melakukan pengambilan air nira di pohon kelapa.
 
"Alatnya sangat sederhana, yang paling utama tidak terlalu ribet dan beban ringan serta tidak terlalu menganggu aktivitas menderes. Yang pastinya aman dan mampu menahan beban saat penderes mengalami resiko terjatuh," kata Murokib, salah satu penderes yang melakukan uji alat.
 


Kamis, 07 Maret 2019