Bawaslu Gelar Rakor Pengawasan dengan Stakeholder

Kabupaten Banyumas

Bawaslu Gelar Rakor Pengawasan dengan Stakeholder

 

 


PURWOKERTO -- Kamis (4/4), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyumas menggelar rakor pengawasan Pemilu, di Hotel Surya Yudha Purwokerto.

Ada tiga narasumber dalam rakor tersebut, masing-masing Srie Yono SH MSi (Aspem Kesra Sekda Kabupaten Banyumas), Miftahudin SHI dan M Rif'an Muhajirin SHI (keduanya dari Bawaslu Kabupaten Banyumas).

"Saya mengimbau para Camat, Kades dan Lurah di Kabupaten Banyumas untuk menyukseskan Pemilu 2019 dengan menciptakan iklim yang kondusif di lingkungan masing-masing," kata Aspem Kesra, Srie Yono.

Selain itu, Sri Yono juga berharap dan menekankan agar seluruh jajaran ASN di wilayahnya dapat menjaga netralitas.

Sementara itu, Ketua Bawaslu, Miftahudin SHI, menyebut bahwa Pemilu 2019 merupakan Pemilu yang cukup rumit.

Sekadar catatan, ada lima surat suara yang berbeda-beda (capres-cawapres, calon anggota DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota) yang akan dicoblos oleh pemilik suara.

Selain itu, ukuran surat suara, terutama yang memuat nama-nama caleg ukurannya relatif besar.

Mengutip Ketua Bawaslu, sedikitnya ada 5.437 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 27 kecamatan (301 desa dan 30 kelurahan).

Dari 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas, jumlah TPS terbanyak adalah di Kecamatan Cilongok.

Selain melakukan sosialisasi dan pengawasan secara berjenjang, Bawaslu Kabupaten Banyumas pun berkomitmen ikut mewujudkan Pemilu yang berintegritas.

"Integritas Pemilu membutuhkan tiga prasyarat," kata M Rif'an Muhajirin SHI, Pimpinan Bawaslu setempat.

Ketiga prasyarat tersebut meliputi integritas penyelenggara, integritas proses Pemilu, dan akhirnya akan bermuara pada integritas hasil Pemilu. (*)


Kamis, 04 April 2019