Bupati Banyumas Nominasi Penerima Satyalancana Pembangunan

Kabupaten Banyumas

 

Bupati Banyumas Nominasi Penerima Satyalancana Pembangunan

 

PURWOKERTO – Bupati Banyumas Achmad Husein masuk nominasi penerima Penghargaan Satyalancana Pembangunan Bidang Koperasi dan UKM Tahun 2019 dari Presiden Republik Indonesia. Untuk mendapatkan penghargaan tersebut bupati melakukan ekspose program yang memacu pertumbuhan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di hadapan Tim verifikasi penilai Satya Lencana Pembangunan bidang Koperasi dan UKM tingkat Nasional di Ruang Joko Kahiman, Rabu (19/06).

Dalam pemaparannya Bupati menyebut, berkembangnya Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyumas tak lepas dari letak geografis yang strategis, dimana Purwokerto sebagai ibu kota kabupaten berada dipersimpangan dimana semua transportasi melewati Kota Purwokerto.

“Semua jurusan kereta api maupun bus melewati Kota Purwokrto sehingga sangat memberikan peluang, berkembangnya Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyumas. Meski harus berjuang keras karena sekitar tahun 2013 angka kemiskinan di Banyumas lebih dari 19 % sekarang meski masih tinggi tetapi berhasil diturunkan menjadi 13,5 %,” kata Bupati.

Untuk mewujudkan berkembangnya koperasi dan UMKM menurut bupati harus berkolaborasi dengan bentuk kemitraan dan kerja sama. Pemkob Banyumas sudah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Dari aspek kebijakan kata Husein, Bupati juga memberikan dana bergulir bagi ribuan UMKM.

“Dengan dana bergulir serta kerja sama ribuan UMKM dapat berjalan, namun yang lebih terasa adalah berkembangnya usaha yang telihar kecil seperti pelatihan pengrajin bandol dengan berkembang menjadi produksi sepatu, kerjainan batik papringan kerja sama dengan Bank Indonesia, ternak jangkrik, maggot dan lainya, ” kata Bupati.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga terus mendorong pengrajin Lurik dan Batik Banyumas untuk terus dipaksa agar semua ASN (Aparatur Sipil Negara) mengenakan batik dan lurik yang di produksi oleh pengrajin dari Banyumas

“Meski awalnya harus dipaksa, agar pengrajin mampu memproduksi kebutuhan ASN.Dan bagi ASN juga harus dipaksa memakai produksi lokal dengan tanda khusus, yang nantinya mudah dipastikan itu produk pengrajin Banyumas,” tambah Bupati.

Dengan cara tersebut nantinya pengrajin terpacu untuk giat berproduksi dan kreatif yang akhirnya memakmurkan UMKM. Dan bagi ASN akan ada kebanggan memakai produk lokal.

“Nanti semua ASN wajib memakai batik dan lurik yang benar-benar produk Banyumas,”jelasnya.

Sementara itu Tim yang berasal dari Sekretariat Militer Presiden yang dipimpin oleh Laksma TNI Imam Suprayitno, SE M.Tr (Han) bersama Letkol CAJ Sandi M.Si (han) didampingi 2 staf kementrian Koperasi dan UKM menjelaskan kehadhiranya adalah dalam rangka sinkronisasi dan verifikasi dari data yang masuk di Jawa Tengah ada 2 bupati yaitu Bupati Banyumas bersama Bupati Brebes masuk nominasi penerima penghargaan.

“Proses masih cukup panjang, kami hadir untuk mencocokan data administrasi dan kenyataan dilapangan agar Bapak Presiden nantinya memastikan penerima penghargaan adalah orang yang tepat,” kata Laksma Imam Supratitno

 


Kamis, 20 Juni 2019