Lestarikan Budaya Jawa, PKK Banyumas Gelar Lomba Macapat

Kabupaten Banyumas

Lestarikan Budaya Jawa, PKK Banyumas Gelar Lomba Macapat

 

Sebagai upaya pelestarian budaya Jawa, khususnya tembang Jawa, Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas menggelar lomba macapat SMP tingkat Kabupaten Banyumas Kamis 24 Oktober 2019 di Pendapa Sipanji Purwokerto. Lomba diikuti sebanyak 45 peserta berasal dari 27 utusan kecamatan dan 18 utusan Organisasi Perangkat Daerah.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas Ny Erna Husein mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk nguri-nguri kabudayaan Jawa. Salah satunya tembang Jawa. Terkait peserta dikhususkan lansia agar para lansia ini memberi contoh yang baik kepada generasi muda terkait dengan pelestarian budaya yang dimiliki.

“Lomba macapat lansia taun 2019 menika mligi salah satunggaling program TP PKK Kabupaten Banyumas kangge paring apresiasi / panghargan kagem bapak / ibu para lansia ingkang sampun paring asih, asuh, asah kanti luar biasa kangge putra-putrinipun, saengga sakmenika dados tiyang sukses, bekti ugi migunani,” kata Erna Husein dengan bahsa jawa karena bertepatan dengan Hari Kamis.

Selain itu menurut Erna, dengan lomba macapat ini, semoga bisa membuka kenangan indah yang menyenangkan disaat masih muda, yang bisa menambah semangat.

“Mugi-mugi saged nuwuhaken spirit ugi raos bingah lan bahagia bapak / ibu anggenipun nglampahi masa wreda / lansia,” tambahnya

Sementara itu Ketua Panitia Siswati Gatot dalam laporannya mengungkapkan, gelaran lomba tembang macapat kali ini diperuntukan oleh lansia, selain sebagai bekal untuk memberi contoh kepada generasi yang lebih muda dalam melestarikan budaya yang dimiliki. Para peserta wajib menyajikan tembang macapat wajib Dhandanggulo laras pelog pathet enem.

“Semoga dengan lomba ini kita semua bisa mencintai kebudayaan Jawa yang adi luhung.,”kata Siswati.
Menurutnya, perlombaan tersebut juga dapat menjadi wadah silaturahmi dan keakraban antar lansia di Kabupaten Banyumas.

“Selain itu juga memberi kesempatan kepada lansia untuk terus berkreasi dan berekpresi sekaligus mengenang masa lalu,” katanya

Siswati menambahkan, dewan juri dalam lomba tembang macapat ini Carlan dan Dilastri berasal dari Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas dan Slamet Sumartono dari SMP N 3 Purwokerto. Penilaian lomba dititikberatkan pada segi kualitas sajian tembang macapat. Seperti pada dasar suara yang meliputi pengambilan nada dasar (fals dan tidak), kemudian teknik, meliputi pernafasan, gregel, pengucapan (artikulasi) dan titi laras, dan penjiwaan hanya berupa ekspresi.

Pada akhir lomba akan terpilih juara 1 Kedot Suprapto dari Kecamatan Cilongok, juara 2 Kuswati Murtiningsih dari Patikraja, Juara 3 Endang Sulastri dari Kecamatan Wangon. Sedangkan untuk juara harapan 1 diraih oleh Warkim dari kecamatan Kebasen harapan 2 Slamet H dari Kecamatan Purwokerto Utara dan juara harapan 3 diraih oleh Sarkum dari Kecamatan Lumbir. Masing-masing juara akan mendapatkan piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan.


Jumat, 25 Oktober 2019