Enam Langkah SMPN 1 Purwokerto, Agar Siswa Baru Bangga

Kabupaten Banyumas

Pandemi corona mengharuskan segala aktivitas dilakukan di rumah saja. Perpanjangan pembelajaran jarak jauh mengharuskan pihak sekolah mencari langkah agar calon peserta didik, yang telah resmi menjadi peserta didik baru tetap dapat mengenali sekolah barunya dan tetap bangga dengan sekolah pilihannya walau masih belajar di rumah.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Purwokerto Suhriyanto yang juga sebagai Fasilitator Daerah Progam Pintar Tanoto Foundation, menyiapkan 6 langkah agar siswa baru pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini. Menurutnya, enam langkah itu dapat ditempuh sekolah sebagai langkah jitu agar efektif dan sesuai dengan MPLS itu sendiri.

"Enam langkah tersebut sudah rancangan program pengenalan dan materi yang harus dikenali, pembentukan grup media sosial, pembuatan video profil sekolah, tugas pengenalan yang menyenangkan, pemberian apreasiasi dan selebrasi penerimaan peserta didik baru," katanya Sabtu (04/07/2020).

Menurutnya dirinya sebagai kepala sekolah bersama guru telah merancang program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara Daring. Meliputi materi pengenalan, waktu, media, dan metode yang akan digunakan.

Materi pengenalan itu meliputi pengenalan lingkungan fisik sekolah, pengenalan terhadap, kepala sekolah, guru pendidik dan tenaga kependidikan, dan kurikulum yang digunakan oleh sekolah. Selain itu juga pengenalan terhadap metode pembelajaran selama peserta didik belajar di rumah.

"Game-game yang menarik dapat dimasukkan dalam proses ini. Bisa daring (online) maupun luring (offline)," lanjutnya.

Sebagai media komunikasi, pihaknya akan membentuk grup media sosial per kelas untuk memudahkan komunikasi dan distribusi informasi. Grup media sosial ini juga dapat dimanfaatkan untuk perkenalan misalkan profil peserta didik baru, berbagi pengalaman menarik, dan juga untuk menunjukkan karya kreativitas peserta didik. Media sosial ini perlu juga diperdalam dalam pengenalan saat awal kepada peserta didik. Karena dimasa belajar dari rumah (BDR), media sosial menjadi salah satu alat utama yang dapat digunakan untuk membantu proses belajar mengajar dari rumah.

"Orangtua sebagai pendamping siswa ketika BdR juga perlu grup media sosial, mengingat peserta didik masih baru dan lingkungan sosial ekonomi terutama peserta didik di tingkat SMP.

"Untuk sementara grup WA menjadi target awal yang perlu dikenalkan fiutur-fiturnya," ungkap Suhriyanto

Untuk mengenal lebih dekat, pihak sekolah membuat beberapa video tentang profil sekolah sesuai dengan materi pengenalan yang telah dirancang. Ada 3 materi pokok yang harus dikenali peserta didik, yakni video pengenalan fisik sekolah, video pengenalan pendidik dan tenaga pendidikan, dan video pengenalan kurikulum 2013 yang digunakan sekolah.

"Mengapa video? Karena jika video telah diunduh oleh peserat didik, video tersebut dapat ditonton berulang kali, tanpa perlu kuota internet tambahan," terangnya

Menurutnya video yang dibuat hanya pendek namun lengkap agar efektif sesuai tujuan.

Dalam rapat sekolah juga sudah disepakati, agar guru memberikan tugas pengenalan yang menyenangkan karena dengan suasana yang menyenangkan akan memudahkan dalam penerimaan dan informasi.

"Tugas tersebut bisa dari hobi mereka, sisi menyenangkan belajar dirumah, atau memunculkan tokoh sekolah yang friendly.
Bisa juga melibatkan kakak kelas mereka atau organisasi siswa di sekolah untuk mendapatkan pengalaman menarik ini," lanjutnya.

Selain itu, peserta didik baru diminta juga untuk mengenalkan diri mereka. Cara ini juga menjadi bagian yang menarik bagi peserta didik baru. Yang perlu di coba salah satunya dengan membuat vlog sederhana yang diunggah ke youtube chanel sekolah, atau membuat tiktok siswa atau kreativitas lain yang tentu saja memperhatikan protokol kesehatan.

"Kami juga akan memberi apresiasi, walaupun tanpa bertatap muka sebagai penghargaan atas tugas pengenalan yang sudah dikerjakan siswa. Salah satu caranya adalah dengan memberi jempol atau memberi komentar positif. Yang paling utama, apresiasi ini perlu dikomunikasikan dengan menyebutkan nama asli bukan nama sebutan. Sehingga anak merasa bangga, menurut kami cara sederhana ini sangat bermakna," tambahnya.

Apresiasi juga akan diberikan kepada orangtua siswa atau pendamping mereka di rumah. Mengingat pendamping peserta didik sekarang adalah orangtua mereka.

Walaupun masa pengenalan lingkungan sekolah dilakukan secara daring, tetapi pelantikan bagi peserta didik baru akan tetap dilaksanakan, dengan menerbitkan surat ucapan selamat telah diterima dan mengikuti MPLS di sekolah tersebut, dengan e-sertificate.

"Bentuk celebrasi yang inovatif menjadi penting untuk menguatkan bahwa peserta didik baru telah sah menjadi peserta didik di sekolah pilihannya, selain memberikan rasa bangga juga memberi penguatan motivasi untuk belajar walaupun masih belajar di rumah," pungkas Suhriyanto


Senin, 06 Juli 2020