Pemkab Demak Belajar Pelayanan Publik di Pemerintah Banyumas

Kabupaten Banyumas

Purwokerto – Kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Demak yang dipimpin Sekda Dr. Singgih Setiyono beserta para kepala OPD dan staf bagian Pemerintahan diterima oleh Sekda Banyumas Ir Wahyu Budi Saptono, M.Si Rabu (18/11/2020) di Pendopo Sipanji Purwokerto. Kunjungan bertujuan untuk belajar pelayanan publik yang ada di Banyumas, mengingat Banyumas terbukti telah banyak meraih penghargaan dibidang inovasi pelayanan publik.

Sekda Demak Dr. Singgih Setiyono mengatakan Demak berusaha mengejar status kabupaten yang layak untuk pelayanan publik. Makanya pihaknya harus belajar dari Kabupaten Banyumas yang sudah lebih unggul dari Kabupaten Demak.

"Fokus kunjungan kali ini adalah untuk puskesmas dalam pelayanan publik kemudian di pelayanan di DPMPTSP dan KOMINFO,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Ir. Wahyu Budi Saptono M.Si, menyambut dengan baik atas kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Demak, serta mengapresiasi atas kunjungannya yang sudah menunjuk dan memilih Kabupaten Banyumas sebagai tujuan kunjungan dan tempat pembelajaran.

"Pemerintahan Kabupaten Banyumas khususnya untuk inovasi yaitu one agency, one innovation. Seluruh OPD harus mempunyai inovasi," katanya

Wahyu juga menyampaikan bahwa bulan yang lalu pihaknya mengadakan Drum Up yang bekerjasama dengan LAN (Lembaga Administrasi Negara).

“Drum Up ini wajib diikuti seluruh kepala OPD, yang mana hal ini dilakukan agar kepala OPD mempunyai kesamaan pandang betapa pentingnya inovasi itu dilakukan, inovasi ini dilakukan untuk memperlancar tugas-tugas pemerintahan yang ada di Kabupaten Banyumas, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Kerja sama yang dilakukan dengan LAN ini diselenggarakan setiap tahun bersama seluruh OPD untuk menciptakan inovasi, apabila ada kesulitan dalam menciptakan inovasi maka dalam laboratorium inovasi akan diselesaikan secara bersama-sama.

"Beberapa inovasi yang ada di Kabupaten Banyumas, konsentrasi pada 2 sektor, yaitu sektor pendidikan dan sektor kesehatan. Itu melahirkan sekian ratus inovasi. Alhamdulillah inovasi yang ada di Banyumas bisa berjalan serta mendapat sambutan hangat oleh masyarakat,” tuturnya.

Dalam sektor kesehatan banyak masyarakat yang terkedala dan kesulitan sehingga terbentuk Mitra Kurir Langit yang terdapat pemerintah, relawan, perbankan, baznas, dan sebagainya.

“Mitra Kurir Langit mengerjakan hal-hal yang sulit, seperti orang yang susah, sakit menahun, dan sebagainya semua diambil alih oleh Mitra Kurir Langit. Dan kita dalam pelaksanaan ini tidak menggunakan APBD, APBD hanya menggerakan organisasi Mitra Kurir Langit yang di dalamnya ada pengusaha, baznas, dan sebagainya. Sehingga permasalahan-permasalahan sosial dapat ditangani tanpa menggunakan APBD,”tambahnya


Kamis, 19 November 2020