Ny Erna Husein Kukuhkan Bunda Literasi Kecamatan

Kabupaten Banyumas

BANYUMAS : Ny Erna Husein selaku Bunda Literasi Kabupaten Banyumas mengukuhkan 27 Bunda Literasi tingkat Kecamatan, Senin (22/03/2021) di Pendopo Sipanji Purwokerto. Kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi support system dalam menyukseskan peningkatan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat Kabupaten Banyumas.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas, Joko Wikanto mengatakan bahwa pelantikan Bunda Literasi Kecamatan sempat terunda mengingat adanya pandemi. Pelantikan Bunda Literasi dilakukan mengingat minat baca di Indonesia secara umum masih sangat rendah. Keberadaan Bunda Literasi kabupaten dan kecamatan diharapkan bisa meningkatkan minat baca masyarakat dengan menjadi panutan sekaligus contoh untuk masyarakat sekitar, agar gemar membaca dan bisa menghasilkan sesuatu bernilai ekonomi dari hasil bacaannya.

“Keberadaan Bunda Literasi Kabupaten dan Kecamatan sangatlah penting untuk mendongkrak budaya baca di Banyumas,” kata Joko Wikanto

Bunda Literasi Kabupaten dan Kecamatan juga diharapkan mampu bersinergi dengan para pegiat literasi setempat, terutama bisa melaksanakan program-program yang menunjang akan budaya baca di desa-desa. Pengukuhan Bunda Literasi juga diharapkan mampu mempercepat budaya mem¬baca di kalangan masyarakat, terutama generasi muda dan anak-anak.

“Kita berharap keberadaan Bunda Literasi akan menjadi moti¬vator bagi anak-anak kita untuk gemar mem¬baca ke perpustakaan. Per¬pustakaan menjadi gudang ilmu yang memiliki berbagai catatan melalui buku yang ada,” lanjutnya

Bunda Literasi Kabupaten Banyumas Ny Erna Husein berharap setelah pengukuhan menjadi bunda literasi tingkat kecamatan, dapat menjadi support system dalam menyukseskan peningkatan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat kabupaten banyumas.

“Untuk itu, setelah dikukuhkan pada hari ini, saya minta Bunda Literasi Tingkat Kecamatan untuk dapat segera bergerak membentuk jejaring komunikasi dan koordinasi diwilayahnya masing-masing, dari tingkat desa, RW, RT, hingga tingkat unit terkecil yaitu rumah tangga/keluarga,” katanya

Ny Erna Husein menambahkan keluarga sebagai salah satu unit terkecil yang ada di masyarakat dapat menjadi kunci untuk membangun kemampuan literasi. Peran ibu sebagai perpustakaan pertama bagi anak-anak sangat strategis dalam mendorong pengembangan kegemaran membaca terhadap anak.

Selain itu, keluarga merupakan suatu miniatur pendidikan utama dalam menstimulus pola perkembangan anak. Baik dari aspek intelektual, emosional maupun spiritual. Seorang ibu adalah pendidik utama dan pertama dalam keluarga. Tumbuh kembang anak dalam menjalani proses belajar sangat penting dikenalkan pada fase kemampuan literasi.

“Artinya, memberikan asupan informasi bagi otak dan hati. Dengan demikian sudah sepatutnya di setiap keluarga disediakan wadah sumber informasi yaitu perpustakaan keluarga,” tambahnya

Untuk menumbuhkembangkan minat, gemar dan budaya baca masyarakat, juga diperlukan keterlibatan berbagai pihak, sehingga tercipta generasi yang literat, berkarakter serta mampu mewujudkan keunggulan daerah.

Usai pengukuhan Bunda Literasi mendapatkan motivasi dalam pengelolaan literasi yang disampaikan oleh pegiat literasi digital Hanan Wiyoko.


Selasa, 23 Maret 2021