Wabup Banyumas Launching Sekolah Siaga Kependudukan

Kabupaten Banyumas

Dalam rangka mewujudkan generasi berkualitas, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melaksanakan  Launching ProgramSekolahSiagaKependudukan (SSK), di SMAN 2 Purwokerto Jumat (26/03/2021) yang ditandai pemukulan gong dan penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama Pelaksanaan Bangga Kencana Pada Satuan Pendidikan oleh Kepala DPPKBP3A dengan Kepala SMAN Negeri 2 Purwokerto. Launching SSK ini diikuti oleh Kepala sekolah SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK se Kabupaten Banyumas, ketua organisasi yang berkecimpung dalam KB dan kependudukan, dilakukan secara daring dan luring.

Kepala Dinas Penegndalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas Suyanto mengatakan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran, di mana di dalamnya terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik sebagai upaya pembentukan generasi berencana, agar guru dan peserta didik dapat memahami isu kependudukan dan guru mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran. Di dalam sekolah tersebut ada pojok kependudukan, sebagai salah satu sumber belajar bagi para peserta didik dalam membentuk generasi keluarga berencana, serta dapat memahami isu kependudukan.

“Maksud dan tujuannya supaya dapat menjadi generasi penerus yang berkualitas, serta memiliki pemahaman, sikap dan perilaku yang baik, serta pengetahuan dan wawasan tentang kependudukan dan KB, termasuk permukiman dan sanitasi, serta waktu atau usia menikah,” katanya

Wakil Bupati Banyumas mengapresiasi jajaran DPPKBP3A beserta jajaranya. Dia berharap dengan adanya Sekolah Siaga Kependudukan yang di launching pada hari ini akan semakin menguatkan tekad dan komitmen, semua pihak dalam melaksanakan pembangunan, khususnya di bidang kependudukan, keluarga berencana, serta pembangunan keluarga di Kabupaten Banyumas.

Menurutnya saat ini program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK), utamanya pengendalian jumlah penduduk, menjadi sangat penting. Hal ini dikarenakan pertumbuhan penduduk menjadi salah satu faktor dan indikator tercapainya kesejahteraan masyarakat.

“Jika pertumbuhan penduduk tidak terkendali, maka pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang dicapai, tidak akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya

Demikian hanya dilihat dari sisi sosial, kesehatan dan pendidikan. Jumlah penduduk yang terlalu besar akan menimbulkan banyak permasalahan, mulai dari masalah pemukiman, kesehatan, lapangan kerja, dan keamanan, serta berbagai masalah sosial lainnya.

“Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap masalah kependudukan ini.  Salah satu langkah kongkritnya adalah dengan digagas dan dibentuknya program sekolah siaga kependudukan. Agar program ini dapat berjalan dengan baik dan sukses tentu diperlukan sinergitas dari berbagai pihak, terutama dari guru dan murid yang menjadi subyek utama dalam program ini,” katanya

Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 10 Provinsi Jateng M Tohar mengatakan prinsip Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah dengan mengintegrasikan materi pendidikan kependudukan ke dalam mata pelajaran sesuai dengan pokok bahasan.

“Jadi SSK ini bukan merupakan mata pelajaran baru sehingga tidak akan menambah jam pelajaran dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Namun dengan adanya pengintegrasian materi pendidikan kependudukan ini diharapkan akan mempertajam materi yang dibahas, atau melalui mata pelajaran muatan lokal sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya

Sedangkan Kepala SMA Negeri 2 Purwokerto,  Tjaraka Tjunduk Karsadi mengatakan SSK disekolahnya secara nyata sudah diprakteknya sejak berdirinya Pusat Informasi Remaja (PIK R) lima tahun lalu. Namun secara administrastif baru dilaksanakan sekarang.

 

Parsito


Jumat, 26 Maret 2021