Bupati Banyumas : TPST Rempoah sudah Mandiri

Kabupaten Banyumas

Sampah merupakan sumber pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Dan akan menimbulkan masalah lingkungan seperti sumber berbagai macam penyakit, lingkungan yang kotor, bau busuk, dan salah satu penyebab banjir akibat sampah yang masuk disaluran air. Hal tersebut mendorong Bupati Banyumas mencari solusi mengelola sampah terpadu.

Untuk memastikan bahwa Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) berjalan maksimal, Bupati Banyumas secara berkala melakukan tinjauan. TPST Rempoah Kecamatan Baturraden, menjadi salah satu tempat yang dikunjungi Senin (2/8/2021) siang.

Bupati Achmad Husein dengan didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Junaedi, melihat dari dekat kegiatan TPST yang mampu memperkerjakan 25 orang tersebut. TPST ini telah memproduksi maggot dan limbah maggot yang dijadikan pupuk. Dilingkungan TPST juga telah diujuicobakan tananaman melon juga kolam ikan.

Nana Supriyana sebagai sebagai Manager BUMdes yang diserahi untuk pengelola TPST mengatakan bahwa proses pengelolaan sampah dari yang dilakukan adalah pertama penjemputan dari warga, kemudian dikumpulkan di sini setelah itu dilakukan pemilahan dari pemilahan itu akan menghasilkan pada organik dan anorganik. Sampah organik dimanfaatkan untuk budidaya maggot untuk anorganik itu ada sebagian dilakukan pemilahan lagi untuk dijual itu menjadi keuntungan.

“Saat ini pelanggan ada 2000 dari Rempoah ditambah lagi dari Desa Pamjien dan Kemutugkidul yang baru ini ada rumah sakit di Baturraden. Dengan mempkerjakan 25 orang, tenaga kerja kami bisa memberikan mungkin belum UMR, masih diangka satu juta tapi sudah memberikan insentif tenaga kerja dan lembur jadi masing-masing mendapatkan satu juta tiga ratus,” katanya

Dia mengaku masih membuang sampah 3 truk perminggu. Ia terus berusaha untuk menekan agar sampah habis disini. Terkait dengan produk Maggot pihaknya mengaku baru mampu menghasilkan maggot perhari sebanyak 60 kg. Namun demikian TSPT sudah tidak rugi.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengaku senang KSM sudah mandiri, dan dapat mengatasi sampah serta bisa mempekerjakan sebanyak 25 orang.

“TPST Rempoah KSMnya sudah mandiri, dengan memperkerjakan sebanyak 25 orang, tidak rugi dan bisa mengatasi sampah, walaupun masih ada masalah-masalah tapi bisa diatasi,” katanya.

Pada kesempatan ini Bupati juga menyapa dari dekat para perkerja yang sedang beristirahat dan makan siang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas Ir. Junadi, MTmengatakan TPST yang ada di Banyumas saat ini berjumlah 23. Menurutnya semuanya sudah bisa berjalan, artinya tidak ada yang gulung tikar. Dari TPS itu mampu untuk menghidupi operasional sendiri, meliputi operasional yang ada termasuk listrik bayar gaji karyawan kemudian BBM peralatan maupun kendaraan pengangkut

“Kami sebagai fasilitator motivator selalu pendorong pendukung apa yang menjadi inovasi dari sarana prasarana dan inovasinya diserahkan kepada masing-masing KSM. Salah satu inovasi Magot, berkembang bagus disini, merupakan salah satu nasi itu karena apa itu untuk bisa digunakan untuk ternak ayam dan lain sebagainya. Mungkin saat ini dijual masih basah sekilo cuma Rp 5ribu tapi nanti kalau ada inovasi lagi yang dikeringkan 1 kilo bisa Rp 30 ribu,” katanya

Junaidi menambahkan dengan berjalanya 23 TPST, dapat mengurangi volume sampah yang harus dikirim TPA semula ada 130 truk, dengan adanya hanggar-hanggar saat ini, sudah bisa mengurangi 100 truk yang sekarang tinggal 30 truk.

“Kami punya cita-cita punya keinginan hanya separuhnya lagi jadi hanya 15 truk yang boleh dibuang nantinya sehingga masih 50% lagi PR kita untuk mengurangi timbunan sampah agar supaya bisa dikurangi. Kehadhiran Pak Bupati kesini ke sini untuk memberikan semangat memberikan dukungan agar masing-masing TPST atau hanggar Zero Waste sudah tidak ada sampang yang dibuang ke TPA,” pungkasnya


Selasa, 03 Agustus 2021