PERINGATAN HARI ULANG TAHUN DEKRANAS KE-43 TAHUN 2023 DAN LOMBA DESAIN MOTIF BATIK BANYUMAS

Kabupaten Banyumas

PURWOKERTO (3 Maret 2023) — Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) tengah merayakan hari jadi yang ke-43 di tahun ini. Pada peringatan ini, DEKRANAS Kabupaten Banyumas menggelar lomba desain motif batik Banyumas. Perlombaan ini ditujukan untuk menggali potensi dan kreativitas masyarakat Banyumas. Selain itu, perlombaan ini juga bertujuan untuk mempromosikan budaya Banyumas kepada masyarakat Banyumas dan sekitarnya. Perlombaan ini sekaligus menjadi alat untuk mendongkrak produk-produk batik Banyumas sebagai produk unggulan Banyumas.

Lomba desain batik Banyumas diikuti oleh total 241 peserta yang terbagi menjadi 134 peserta pada kategori umum dan 107 peserta pada kategori pelajar. Peringatan hari ulang tahun DEKRANAS ke-43 juga dihadiri oleh Kepala Dinperindag Kabupaten Banyumas, Ibu Titiek Pujiastuti, S.H., M.Pd., Ketua Dekranasda Kabupaten Banyumas, Ibu Erna Sulistyawati Husein, beserta Bupati Banyumas, Bapak Ir. Achmad Husein. Selain itu, terdapat beberapa tamu undangan yang hadir pula pada peringatan hari ulang tahun DEKRANAS ke-43 seperti Ketua Dekranasda Kabupaten Kebumen dan Cilacap.

 Acara ini diadakan untuk memperingati hari jadi DEKRANAS yang ke-43 di hari Jumat tanggal 3 Maret 2023 ini. Acara ini diselenggarakan di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas. Rangkaian acara pada hari ini dimulai dengan pembukaan serta persembahan tari tradisional yang menampilkan batik khas Banyumas, dilanjutkan dengan dinyanyikannya lagu Indonesia.

 

Raya serta pembacaan doa, lalu diikuti dengan kata sambutan dari Panitia Penyelenggara Kegiatan, Ketua DEKRANAS Kabupaten Banyumas, dan juga Bupati Banyumas.

Setelah pembacaan sambutan, acara selanjutnya adalah fashion show yang menampilkan busana oleh Banyumas Fashion Indonesia dengan model-model dari Bank Indonesia. Lalu, pelaksanaan acara mulai masuk ke agenda inti, yakni penampilan desain dari peraih nominasi 10 besar dari lomba desain batik yang telah diselenggarakan sebelumnya kepada peserta acara. Dari total 241 peserta tersebut, diambil 10 desain terbaik dari masing-masing kategori berdasarkan kriteria penilaian yang diterapkan, antara lain pakem motif atau kesesuaian dengan budaya tradisional Banyumas yang menekankan pada agraria, flora, dan lingkungan; inovasi dan originalitas; serta kerapihan.

Setelah penampilan desain dari peraih nominasi, pengumuman juara lomba desain batik Banyumas pun disampaikan oleh Ketua Tim Juri, Bapak Bambang Widodo. Gelar juara ketiga dalam kategori A sendiri diraih oleh peserta atas nama Widianto Pranomo dengan nilai 981, diikuti dengan peraih juara kedua yaitu Freddy Arie Dwi Martin dengan nilai 989, kemudian peraih juara pertama dengan skor 991 atas nama Mulyono.

Dalam wawancara singkat yang dilakukan tim Dinkominfo dengan Pak Mulyono, beliau menjelaskan mengenai hasil karyanya yang berhasil mengantarkannya untuk meraih juara pertama dalam lomba tersebut. Karya yang dibuat oleh Pak Mulyono diberi nama “Gemati Bawono”, yang masing-masing memiliki arti kehidupan dan bumi atau alam semesta. Filosofi dari nama tersebut adalah dengan menghidupi kehidupan dengan penuh kecintaan terhadap alam semesta, maka alam semesta juga akan menghidupi kehidupan manusia. Pak Mulyono sendiri terinspirasi secara alami setelah mempelajari budaya dan batik Banyumas, setelah sebelumnya mendalami batik kontemporer. Pengerjaan desain ini hanya memakan waktu sehari. Adapun harapan yang dimiliki Pak Mulyono dengan berpartisipasi dalam lomba ini yaitu untuk memberikan kontribusi terhadap dunia batik agar anak muda terinspirasi untuk membatik. Pak Mulyono menyadari bahwa batik adalah wastra atau kain yang bernilai tinggi, dan secara umum tidak banyak anak muda yang memiliki ketertarikan untuk mempertahankan budaya tersebut karena tidak cukup prospektif secara ekonomi jika dibandingkan dengan usaha dan waktu yang diperlukan.

Dengan fokus DEKRANAS untuk menggerakkan usaha-usaha kecil dan juga melestarikan budaya batik Banyumas pada khususnya, Pak Mulyono juga berharap bahwa batik Banyumas dapat semakin dikenal masyarakat, baik lokal maupun pendatang. Begitu juga dengan harapan beliau bahwa anak muda di Banyumas dapat lebih menghargai dan melestarikan budaya tradisionalnya.

 


Jumat, 03 Maret 2023