BUPATI BANYUMAS PIMPIN UPACARA HARI LAHIR PANCASILA

Kabupaten Banyumas

 

BUPATI BANYUMAS PIMPIN UPACARA HARI LAHIR PANCASILA

 

PURWOKERTO – Bupati Banyumas Ir Achmad Husein memimpin upacara peringatan hari lahir Pancasila,  Rabu (1/6/2016) di Alun-alun Purwokerto. Turut hadir pada upacara ini Forkompinda Banyumas, Pimpinan dan anggota DPRD, Kepala SKPD, Camat, Veteran, Ketua partai politik, ketua oraganisasi wanita, Ketua organisasi pemuda dan tokoh masyarakat.

 

Berdiri sebagai peserta upacara perwakilan dari TNI, Polri, Salpol PP, Linmas, PNS, Korpri, PGRI, Pemuda Pancasila, Banser, Paguyuban Masyarakat Pelestari Budaya, Paguyuban Wong Ngapak, pelajar dan pramuka. Pemimpin upacara dari Kodim 0701 Banyumas, Tonsik dari SMP Nasional Purwokerto.

 

Dalam sambutanya Bupati Husein mengatakan dalam perjalanan sejarah Bangsa Indonesia tercatat bahwa para pendiri bangsa telah membuat “pilihan cerdas” dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar berdirinya Negara Indonesia.

 

“Ir. Soekarno adalah orang pertama yang menggali, menemukan dan menjabarkan Pancasila sebagai weltanschauung (pandangan hidup), philosophicegrondslag (dasar filosofis), dasar atau falsafah bagi Indonesia merdeka. Bung Karno pulalah yang pertama kali mengusulkan Pancasila menjadi Dasar Negara Republik Indonesia, yang disampaikan di depan sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), pada 1 Juni 1945” terangnya.

 

Bupati melanjutkan bahwa Pancasila digali dari bumi Indonesia dan dikristalisasikan dari nilai-nilai yang berkembang dalam kehidupan rakyat Indonesia yang beraneka ragam. “Nilai-nilai tersebut, seperti kesantunan, kerukunan, kejujuran, toleransi atas perbedaan, gotong royong, dan musyawarah mufakat dapat diamati pada kelompok masyarakat yang tersebar di seluruh indonesia, yang prakteknya disesuaikan dengan budaya masyarakat yang bersangkutan. Dengan demikian, gamblang bahwa sesungguhnya pancasila telah menjadi living reality (kehidupan nyata) jauh sebelum berdirinya NKRI,” lanjutnya

 

Bupati berpesan, sebagai generasi penerus kita harus komitmen dan konsisten meneruskan cita-cita luhur para pendiri bangsa, yaitu dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar, spirit, ruh, dan motivasi dalam segala sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam kerangka NKRI yang ber ”Bhinneka Tunggal Ika”.

 

Bupati menilai ada fenomena Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara, pamornya telah meredup, bahkan mengalami degradasi kredibilitas yang luar biasa. “Era globalisasi yang diwarnai dengan transformasi nilai-nilai individualisme dan liberalisme secara terstruktur, sistematis, dan masif, telah melahirkan ‘ideologi’ pragmatisme yang kering dengan empati, tipis dari rasa solidaritas terhadap sesama danrasa gotong royong, dan lainnya, yang manifestasinya menghalalkan segala cara untuk mewujudkan kepentingan pribadi atau kelompoknya, dan menjadikan masyarakat konsumtif, instan dan kapitalis” katanya.

 

Dengan fenomena timbulnya fanatisme kelompok, penolakan terhadap kemajemukan dan tindakan teror kekerasan yang marak terjadi akhir-akhir ini menunjukkan bahwa obsesi membangun budaya demokrasi yang beradab, etis dan eksotis serta menjunjung tinggi keberagaman dan menghargai perbedaan masih jauh dari kenyataan.

 

Diakhir sambutan, Bupati mengajak peringatan Hari Lahir Pancasila, dijadikan momentum untuk reaktualisasi nilai-nilai pancasila sebagai weltanschauung, yang dapat menjadi fondasi, perekat sekaligus payung kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan membumikan nilai-nilai Pancasila dalam sehari-hari. “Dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan keadilan sosial, saya yakin bangsa indonesia  akan menjadi bangsa yang hebat dan bermartabat, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara kebudayaan, sehingga mampu meraih kejayaan di masa depan,” pungkasnya.

 

Usai upacara Bupati kepada wartawan menjelaskan bahwa dirinya memimpin upacara Hari Lahir Pramuka bukan kali ini saja. “Sejak saya masih menjadi Direktur PDAM, saya mengajak teman-teman untuk melaksanakan upacara, juga saat masih menjadi Wakil Bupati, namun upacara  di Alun-alun, baru pertama dilaksanakan” jelasnya.  

 

Parsito


Rabu, 01 Juni 2016