Jemaah Calhaj Banyumas Terbagi dalam 4 Kloter

Kabupaten Banyumas

Jemaah Calhaj Banyumas Terbagi dalam 4 Kloter

 

PURWOKERTO – Jemaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Banyumas tahun ini dipastikan terbagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter). Keempat kloter tersebut adalah kloter 67, 68, 69 dan 70.

“Selain empat kloter besar, ada 14 jemaah yang masuk dalam kloter sapujagat,” kata Purwanto Hendro Puspito, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) pada Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas.

Jumlah total calhaj asal Kabupaten Banyumas tahun 2019, menurut Hendro, mencapai 1.251 orang. Dari jumlah tersebut yang masuk kloter 67 sebanyak 225 orang, terdiri dari KBIH Muhammadiyah (83), MT Mardhotillah (49), MT IPHI Kemranjen (85), jemaah mandiri (2), dan 2 orang Tim Pemandu Haji Daerah/TPHD.

Adapun jemaah yang tergabung dalam kolter 68 seluruhnya dari bimbingan KBIH Al Arofat (352), ditambah 3 TPHD.

Kloter 69 terdiri dari KBIH Al Wardah (337), KBIH Al Arofat (11), jemaah mandiri (4), dan TPHD (3).

Sementara itu, masih menurut Hendro, kloter 70 terdiri dari jemaah KBIH Muhammadiyah (303) dan 2 TPHD.

Selain mengikuti bimbingan manasik di KBIH, para jemaah juga mendapat bimbingan manasik dari pemerintah melalui Kantor Kemenag setempat. Bimbingan massal (2 kali) dan bimbingan kelompok per kecamatan di KUA (6 kali).

Bimbingan manasik massal pertama dihelat Rabu (19/6) silam, bertempat di Gedung IPHI Jl Gerilya Barat No 7 Purwokerto. Materi yang diberikan meliputi kebijakan penyelenggaraan haji, informasi terkait layanan, hak dan kewajiban jemaah.

“Manasik massal berikutnya berupa praktik lapangan, kami agendakan tanggal 4 Juli 2019 di GOR Satria Purwokerto,” kata Imam Hidayat, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas.

Tingkatkan Layanan
Dari tahun ke tahun, pemerintah terus berupaya meningkatkan layanan bagi calhaj. Mulai tahun ini, penginapan bagi jemaah di Mekkah menggunakan sistem zonasi. Kalau sebelumnya terpencar-pencar, mulai tahun ini penginapan jamaah berada di dalam satu kompeks berdasarkan provinsi asal jemaah.

“Untuk jemaah asal Jawa Tengah tahun ini mendapat plot penginapan di wilayah Jarwal. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram,” kata Muhammad Saidun, Kabid PHU Kemenag Provinsi Jawa Tengah.


“Meskipun jarak penginapan cukup dekat dengan Masjidil Haram, pemerintah menyediakan angkutan bus yang siap mengangkut jamaah pergi-pulang secara gratis,” kata Saidun.

Bus-bus yang mengangkut jemaah dari penginapan ke Masjidil Haram sehingga jemaah dapat melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah itu dikenal dengan sebutan Bus Sholawat.

Selain penginapan yang berada dalam satu kompleks, menu makanan selama di Makkah-Madinah juga disesuaikan dengan daerah asal jemaah. (*)


Jumat, 21 Juni 2019