KAMIS KOLAM RENANG TIRTA KEMBAR DIBUKA, TIKET Rp.3.000

Kabupaten Banyumas

KAMIS KOLAM RENANG TIRTA KEMBAR DIBUKA, TIKET Rp.3.000

 

PURWOKERTO : Kolam Renang Tirta Kembar (Tirkem), akan dibuka lagi besok, Kamis (16/3) oleh Bupati Banyumas Achmad Husen. Kolam renang berstandar internasional di Jateng Selatan tersebut 10 tahun ditutup, karena permasalahan kualitas air yang kurang baik

 

Kompleks Tirkem memiliki tiga kolam, yaitu kolam utama yang memenuhi syarat untuk kejuaraan, kolam loncat indah dengan kedalaman 4,8 m, dan kolam anak-anak.

 

Setelah acara pembukaan selesai, masyarakat bisa masuk kolam tersebut. Peresmian direncanakan ditandai dengan berenang bersama para undangan. Dalam acara tersebut diundang para atlet renang, guru Olahraga, camat, kepala kelurahan, instansi terkait, dan KONI.

 

Rencana pembukaan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi, kemarin. Rapat yang dipimpin Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Kebudayaan (Dinporabudpar) Moentorichin itu dihadiri Asekang Didi Rudwiyanto, Kabid Keolahragaan Edi Paryono, Ketua KONI Bambang Setiawan, dan dari manajemen pengelola PT Graha Cipta Guna Adi Widiyanto.

 

Dalam rapat tersebut jajaran Pemkab Banyumas mengecek kesiapan fasilitas dan persiapan acara pembukaan.

 

Saat upacara, para atlet, pelajar, guru olah raga, dan tamu undangan ditempatkan di tribune barat kolam utama, Sedangkan Bupati dan pimpinan instansi di tenda timur kolam.

 

Tiket Masuk Rp.3.000,-

 

Kepala Dinporabudpar  Moentorichin mengatakan, harga tiket masuk kolam tersebut Rp 3.000. Menurutnya tarif tersebut merupakan yang termurah untuk ukuran kolam berstandar internasional. Harga tersebut berdasarkan perjanjian Pemkab Banyumas dan pengelola yaitu PT GCG, sebelum kolam ditutup pada April 2007.

 

Moentorichin menambahkan, penutupan kolam renang selama 10 tahun, berakibat menurunnya prestasi renang Kabupaten Banyumas.

 

‘’Setelah kolam ditutup, prestasi menurun, bahkan pada Porprov 2013 sama sekali tanpa medali emas.’’ katanya.

 

Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Banyumas, Didi Rudwiyanto meminta semua fasilitas di kolam itu dicek kesiapanya. Dia meminta ruang PPPK, dilengkapi obat-obatan dan peralatan sesuai ketentuan.

 

Didi juga menceritakan kenangannya saat perenang Banyumas berjaya, baik Jateng maupun nasional. Pada Porda 2005, dia dan rombongan Pemkab Banyumas, menyambangi para perenang saat berlomba di Jatidiri Semarang.

 

‘’Saat itu atlet renang Banyumas menyumbang emas 21 keping dan Banyumas juara umum Porda.” katanya.

 

Untuk itulah Didi berharap dengan dibukanya kembali kolam renang Tirta Kembar akan kembali merangsang anak-anak untuk berlatih renang, dan akan lahir atlit-atlit yang lahir dari Tirkem.

 

 


Rabu, 15 Maret 2017